SHARE
Alun-alun bulukumba
Alun-alun bulukumba

Kabupaten Bulukumba yang nama ibukotanya sama dengan nama kabupaten adalah wilayah dibagian Selatan jazirah Sulawesi dan berjarak kurang lebih 153 kilometer dari ibukota propinsi Sulawesi Selatan. Terletak antara 050 2’ – 050 40’ Lintang Selatan dan 1190 28’ – 1200 28’ Bujur Timur. Berbatasan dengan kabupaten Sinjai di sebelah utara, sebelah timur dengan Teluk Bone. Sebelah selatan dengan Laut Flores, dan sebelah barat dengan kabupaten Bantaeng.

Luas wilayah kabupaten Bulukumba sekitar 1.154,67 km2 atau sekitar 1,85% dari luas wilayah Sulawesi Selatan. Bulukumba memiliki 10 (sepuluh) kecamatan dan terbagi kedalam 125 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk 384.164 jiwa. Ditinjau dari segi luas, kecamatan Gangking dan Bulukumpa merupakan dua wilayah kecamatan terluas masing-masing seluas 173,51 km2 dan 171,33 km2 sekitar 29,87 % dari luas kabupaten. Kemudian disusul kecamatan lainnya dan terkecil adalah kecamatan Ujungbulu yang merupakan pusat kota kabupaten dengan luas 14,44 km2 atau hanya sekitar 1,25 %.

Alun-alun bulukumba
Alun-alun bulukumba

Wilayah kabupaten Bulukumba hampir 95,39 % berada pada ketinggian 0 sampai dengan 100 meter diatas permukaan laut (dpl) dengan tingkat kemiringan tanah umumnya 0-400. Terdapat 30 aliran sungai sepanjang 495 km yang dapat mengairi sawah seluas 21.105 hektar, hingga merupakan daerah potensi pertanian. Curah hujannya cukup tinggi rata-rata diatas 1000 mm per tahun dengan rata-rata hari hujan 10 hari perbulan. Untuk konservasi lahan didaerah ini masih terdapat beberapa lokasi kawasan hutan yang tersebar di enam kecamatan tersebut masih terdapat beberapa lahan kritis yang sebagian besar terdapat di dua kecamatan (Bontobahari dan Kindang)

VISI

Mewujudkan Bulukumba Sebagai Pusat Pelayanan Dibagian Selatan Propinsi Sulawesi Selatan Yang Bertumpu Pada Kekuatan Lokal Dan Bernafaskan Keagamaan.

MISI

  1. Menjadikan pilar pendukung bagi pengembangan perekonomian Sulawesi Selatan melalui pengembangan berbagai jenis komoditas yang memiliki keunggulan, khususnya disektor pertanian, kelautan dan pariwisata.
  2. Mengembangkan sistem jaringan perhubungan
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari semua lapisan dan profesi.
  4. Mengembangkan kerja sama kawasan antar daerah dengan tetap mengacu kepada semangat kemandirian lokal dan otonomi daerah.
  5. Mengoptimalkan pengelolaan sumberdaya alam dan potensi daerah, peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
  6. Peningkatan pengawasan masyarakat, fungsional dan DPRD.
  7. Peningkatan pelayanan masyarakat, oleh pemerintah yang demokratis dan partisipatif.
  8. Mengembangkan mengimplementasikan pembangunan yang menekankan padaa pusat-pusat pertumbuhan yang memiliki potensi sumberdaya dalam rangka mewujudkan keseimbangan pembangunan.

PROGRAM STRATEGIS PEMBANGUNAN DAERAH

pantai tanjung bira bulukumba
pantai tanjung bira bulukumba

Strategi pensuksesan pembangunan terdiri dari 5 komponen, yaitu:

  1. Pemerataan, terciptanya pemerataan pelayanan di bidang keagamaan, pendidikan dan kesehatan. Pemerataan dalam kesempatan berusaha dan pengembangan ekonmi masyarakat. Pemerataan partisipasi masyarakat dalam mengsukseskan pemabngunan serta pemerataan kesempatan berkarir bagi aparatur dengan menjunnjung tinggi kompetensi dan profesi0onalisme.
  2. Pertumbuhan, terciptanya pertumbuhan ekonomi yang mencakup pertumbuhan PDRB, pendapatan per kapia, pertumbuhan PAD, pertumbuhan tingkat pendidikan, dan pertumbuhan derajat kesehatan masyarakat.
  3. Keserasian dan keseimbangan, menjaga keserasian heterogenitas masyarakat dengan menjaga keseimbangan kepentingan masyarakat yang heterogen sekaligus menciptakan keharmonisan hubungan antara berbagai kelompok/organisasi masyarakat dan antar unit kerja/lembaga pemerintahan.
  4. Dinamikan yang terkendali, menciptakan ruang yang cukup dal;am berpartisipasi, berinovasi dan berkmpetensi dalam kegiatan pembangunan dalam rangka agama, hukum, demokrsi, dan nilai-nilai budaya.
  5. Kemitaaan/partnership, mengembangka kerjasama atau kemitraan internal dalam kelompok/lembaga fungsional masyarakat dan kerjasama kemitraan eksternal dalam membanguan daerah. Kelima komponen tersebut di atas dilaksanakan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

PRIORITAS PEMBANGUNAN

Sesuai sterategi yang telah ditetukan, maka program prioritas pembangunan adalah sebagai berikut:

Pembangunan kualitas menusia

  1. program peningkatan kegiatan dan berperilaku sesuai agama, moral dan budaya
  2. Program peningkatan kesmpatan pendidikan
  3. Program peningkatan derajat kesehatan dan sosial
  4. Program peningkatan pengetahuan dikap dan perilaku berdemokrasi dalam masyarakat

Pembangunan peningkatan ekonomi daerah

  1. Program pengembangan sumberdaya daerah (peningkatan komoditi unggulan)
    seperti; agroindustri, agrobisnis, peternakan, perkebunan, hasil laut, indutri
    tradisional, industri wisata bahari, industri rumah tangga, dan industri jasa.
  2. Program pengembangan investasi
  3. Program peningkatan kesempatan kerja dan usaha
  4. Program peningkatan ketahanan ekonomi

Pembangunan politik, hukum dan HAM

  1. Program pembinaan kehidupan politik yang demokratis
  2. Program penegakan supremasi hukum dan hak asasi manusia
  3. Program legislasi daerah dan peraturan daerah

Pembangunan pemerintahan dan pelayanan publik

  1. Program peningkatan profesionalisme dan disiplin aparatur
  2. Program peningkatan peran dan kapasitas lembaga
  3. Program pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif
  4. Program peningkatan pelayanan publik termasuk informasi

Pengembangan kawasan, tata ruang dan lingkungan

  1. Program tata ruang perkotaan dan perdesaan
  2. Program kelestarian tempat bersejarah, wisata alam dan lingkungan
  3. Program pengelolaan lingkungan hidup

 

POTENSI INVENSTASI

Pulau Liukang Bira Bulukumba
Pulau Liukang Bira Bulukumba

Pariwisata

Pantai Bira
Terletak di Kecamatan Bonto Bahari, sekitar 42 km di sebelah timur ibukota kabupaten. Merupakan gerbang penghubung Kabupaten Bulukumba dengan Selayar, dengan panorama alam yang indah. Pantai dengan hamparan pasir putih yang mengkilap bersih laksana hamparan mutiara. Pemandangan ‘sunrise’ dan ‘sunset’ yang amat mempesona, hutan dengan flora dan fauna yang langka dan unik serta taman laut yang indah dapat ditemui disini. Anda dapat juga menyaksikan perahu layar tradisional nan legendaris berlayar mengarungi lautan. Selain itu Bira juga memiliki keanekaragaman biota laut yang sangat indah. Berbagai jenis ikan hias dan terumbu karang beraneka warna dan bentuk dapat anda saksikan bila anda menyelam di kawasan ini.

Pantai Lemo-Lemo
Terletak di kelurahan Tana Lemo 27 km selatan kota Bulukumba. Dengan pasir putih yang menghampar pada pantai yang landai, dengan panorama menawan terutama saat sunset. Pantai ini juga sebagai tempat pembuatan perahu tradisional dan sekitar pesisir dijadikan kawasan cagar alam dengan aneka satwa liar yang dilindungi. Kawasan ini dapat dikunjungi melalui jalan darat dari arah Bira dan dari Tanah Beru, melalui jalan aspal yang melewati hutan cagar alam dan akan sering dijumpai gerombolan monyet atau kuskus di tepi jalan. Untuk pengembangan kawasan ini Pemerintah Pusat telah menyerahkan 508 ha areal kepada Pemerintah Bulukumba untuk dijadikan Kawasa Obyek Wisata.

Pantai Mandala Ria
Terletak di Desa Ara Kec. Bontobahari sekitar 11 km dari Tanjung Bira. Selain pesona pantai berpasir putih, kita juga akan mendapatkan air tawar di laut disaat laut surut. Kerajinan masyarakat berupa sulaman dan miniatur perahu phinisi dapat dijadikan souvenir menarik dari lokasi ini. Dinamakan Mandala Ria karena pada saat Operasi

Mandala ditempat inilah Panglima Operasi Mandala (Brigjen Suharto) diwakili Kol. Ahmad Tahir (Mantan Menparpostel) memesan perahu jenis pendarat (Perahu Semut) sebanyak 24 buah yang digunakan untuk pendaratan pasukan di Irian Barat. Kawasan Adat Amma Toa

Terletak di Desa Tana Toa Kec. Kajang berjarak 56 km di sebelah timur laut Kota Bulukumba, dengan keunikan budaya masyarakatnya yang masih memegang teguh adat istiadat dan pesan-pesan leluhur yang disebut “Pasangnga Ri Kajang”. Keaslian adat dan alamnya masih terjaga, masyarakatnya sangat patuh pada peraturan adat dengan pola hidup yang bersahaja dan senantiasa mengenakan pakaian serba hitam. Bangunan tempat tinggalnya pun seragam dan menghadap ke utara.

pulau kambingbulukumba sulawesi selatan
pulau kambingbulukumba sulawesi selatan

Pengunjung yang masuk ke kawasan ini diharuskan berjalan kaki dan mengenakan pakaian serba hitam pula. Kawasan adat ini dipimpin oleh seorang pemimpin adat yang bergelar Amma Toa. Sebagai pemimpin adat spiritual, ia dianggap sebagai orang suci dan kepemimpinannya seumur hidup.

Daerah ini terisolasi dengan dunia luar dan sangat jauh dari kehidupan modern. Namun mereka sangat menjaga kelestarian hutan, karena merusak hutan merupakan pantangan bagi leluhur mereka. Bila ada yang melanggar pantangan tersebut dan merusak hutan maka akan dikenakan sanksi yangdiputuskan melalui musyawarah adat yaitu Adat Lima Karaeng Tallu. Dalam kawasan ini terdapat berbagai atraksi seni budaya seperti musik Basing-basing yang diiringi dengan syair berisi pesan-pesan tentang kehidupan. Juga terdapat seni tari Pabitte Passapu.

Pertanian dan Perkebunan
Dari luas areal yang tersedia untuk sektor pertanian tanaman pangan sebesar 108.160 Ha hanya dikelola sebesar 93.008 Ha. Hal ini memberikan peluang untuk pengembangan sub sektor tanaman padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang hijau serta sayuran dan buah-buahan. Hasil produksi perkebunan rakyat belum nenunjukkan hasil yang ideal sehingga masih memungkinkan dikembangkan khsususnya untuk komoditi jambu mete, kakao, kapas, dan vanili.

Peternakan
Sub sektor ini memiliki peluang investasi dalam usaha industri pakan ternak, industri pakan ikan/udang, dan industri pengelolaaan dan pengawetan dagaing sapi.

Perikanan
Produksi sub sektor perikanan pada tahun 2004 sebanyak 27.233,6 ton yang ditampung pada 13 unit TPI dan 1 unit PPI. Investasi yang dibutuhkan terutama pada pengadaan alat produksi perikanan dan budi daya ikan kerapu, udang windu, bandeng, rumput laut dan tripang, pabrik pakan/tepung ikan, pabrik pengalengan ikan, cold stoeage dan pabrik es.

Industri
Di kabupaten Bulukumba terdapat dua industri besar, yaitu Indutri pengelolah karet PT. London Sumatera dan industri pengolahan kapas PT. Panen Buah Emas. Terdapat enam perusahaan yang termasuk Industri sedang, yaitu tiga industri pembuatan kapal/perahu, dan tiga usaha pembuatan batu bata. Sedangkan industri kecil dan rumahtangga jumlahnya sangat berfluktuasi. Tahun 2001 di Kabupaten Bulukumba terdapat 3.879 perusahaan industri kecil dan rumahtangga dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak 11.313 orang. Nilai investasi dari keseluruhan industri kecil dan Rt ini adalah Rp 13.076.611.000,- nilai bahan baku sebesar Rp 36.870.183.000,- dengan nilai produksi sebesar Rp 23.853.476.000,-. Jenis industri kecil yang dominan adalah industri makanan, industri tekstil dan pakaian jadi serta industri kayu dan logam.

INFRASTRUKTUR

Jalan
Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Usaha pembangunanyang meningkat menuntut adanya transportasi untuk menunjang mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang dari dan menuju suatu daerah.

Panjang jalan di kabupaten Bulukumba pada tahun 2001 sepanjang 1.903,34 km. Panjang jalan ini hampir tidak mengalami perubahan di banding tahun 2000. dilihat dari stasus kewenangan 154,7 km jaln di Bulukumba dibawah kewenangan negera/propinsi sulawesi selatan dan 1.784,64 km dibawah kewenangan pemrintah daerah.

Kondisi permukaan jalan kabupaten sepanjang 436,62 km (24,97 %) jalan aspal, 82,31 (4,71 %) adalah jalan pengerasan dan 1.229,71 km (70,32 %) adalah tanah dan tidak terperinci. Sementara jalan yang merupakan wewenang pemerintah pusat dan propinsi 99,30 % konturksinya beraspal dan selebihnya dalam kondisi pengerasan/kerikil. Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Bulukumba tahun 2001 sebanyak 11.277 unit atau meningkat 3,11 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 10.973 unit. Jumlah motor tersebut terdiri dari 108 unit mobil penumpang, 781 unit mobil beban, 642 unit bus dan merupakan jenis kendaraan dalam jumlah unit terbesar yaitu 9.546 unit sepeda motor.

Pelabuhan
Arus barang dan penumpang yang keluar masuk kabupaten Bulukumba melalui pelabuhan laut dilayani oleh dua pelabuhan, yaiti pelabuhan bira dan pelabuhan leppe’e (Kota Bulukumba).

Pada tahun 2001 penumpang yang berangkat dari dua pelabuhan tersebut adalah sebanyak 44.815 orang dan penumpang yang masuk adalah sebanyak 14.161 orang.

Arus barang yang dibongkar di Bulukumba melalui pelabuhan leppe’e tercatat 5.905 ton tanpa adanya barang berupa bahan bakar. Sedangkan barang yang diberangkatkan melalui pelabuhan laut leppe’e seluruhnya berjumlah 22.792 ton yang terdiri atas 14.326 ton berupa barang dan sebanyak 8.466 ton berupa bahan bakar.

Pendidikan
Terdapat 554 unit sekolah diantaranya 14 unit SMA, 3 unit SMK dan 3 Perguruan Tinggi.

Kesehatan
Memiliki 1 unit Rumah Sakit Umum Type C dan 69 unit Puskesmas.

Keuangan
Terdapat 4 kantor cabang perbankan yaitu; BRI, BPD, BNI dan Bank Danamon.

Telekomunikasi
Terdapat 1 kantor pos, 1 kantor Telkom dan 1 kantos Pos pembantu.

Loading...