SHARE
Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak

Sekarang ini mungkin banyak di antara para traveller yang mengira bahwa tempat wisata itu merupakan tempat yang di dalamnya mengandung unsur hiburan, baik permainan, pemandangan, maupun keindahan alam, contoh; pasar malam, pegunungan, pantai, dan sebagainya. Tetapi perlu diketahui oleh para traveller, bahwa sekarang ini tempat wisata tidak hanya itu saja, karena sekarang ini banyak tempat wisata yang di dalamnya mengandung unsur sejarah, adat dan budaya, contoh; ziarah, baik ziarah ke kubur para auliya’ maupun ziarah ke tempat-tempat yang mengandung sejarah, seperti; ziarah ke masjid agung demak. Oleh sebab itu, artikel pada kesempatan kali ini akan membahas dan memberikan informasi tentang tempat wisata religi yang ada di kota demak (demak kota wali).

Ada 4 tempat wisata religi yang selalu ramai didatangi para traveller, di antaranta, yaitu:

Masjid Agung Demak

Wisata religi yang pertama adalah Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak terletak di daerah kampung Kauman, kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Masjid Agung Demak ini merupakan salah satu masjid yang paling tua usianya di antara masjid-masjid yang ada di tanah jawa, karena masjid Agung Demak ini didirikan sekitar pada abad ke 15 Masehi dan tepatnya pada tahun 1401 Masehi yang di dirikan oleh Raja Demak yang bernama Raden Fatah beserta para wali songo. Jadi kalau dihitung usianya masjid Agung Demak dari tahun 1401 sampai 2017 itu sekitar 616 tahun.

Masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak

Selain catatan di atas, yang menjadi perhatian khusus para traveller masjid Agung Demak itu karena tiyang peyangga masjid yang ada di dalamnya yang berjumlah 4 itu salah satu tiyangnya yang dibuat oleh Sunan Kalijaga (Raden Syahid) terbuat dari tatal atau pecahan-pecahan kayu yang dikumpulkan menjadi satu kemudian dijadikan salah satu tiyang masjid Agung Demak.

Masjid Agung Demak didepannya terdapat alun-alun yang sangat luas dan dua pohon beringin. Ini memang menjadi tradisi zaman dahulu para wali songo ketika membangun masjid besar pasti di depannya terdapat alun-alun dan dua pohon beringin. Dan disekitar alun-alun pasti ada sebuah pasar untuk berdagang para masyarakat setempat. Karena memang menurut sejarah adanya masjid alun-alun, dan dua pohon beringin itu untuk pusat segala kegiatan

Oleh sebab itu, Dari beberapa catatan sejarah di atas masjid Agung Demak banyak di datangi para traveller dari berbagai daerah bahkan panca negara untuk melihat, mengenang, berziarah, dan shalat masjid tersebut.

Makam Sultan Raden Fatah

Wisata religi yang kedua adalah makam Sultan Raden Fatah. Sultan Fatah merupakan orang yang pertama kali mendirikan kerajaan Demak yang dibantu dengan para wali sebagai penasehatnya. Sudah hal yang pasti orang pertama yang mendirikan suatu kerajaan dialah rajanya. Begitu juga dengan Raden Fatah. Beliau menjadi Raja kerajaan Demak pada tahun 1500-1518 M, bila dihitung masa pemerintahan beliau menjabat selama 18 tahun.

Makam Raden Fatah
Makam Raden Fatah

Raden Fatah atau raja Demak tersebut lahir pada tahun 1455 M di Palembang dan meninggal pada tahun 1518 M di Demak dan di makamkan di belakang Masjid Agung Demak.

Kalau dilihat lokasi tempat makam beliau dengan masjid Agung Demak itu masih dalam satu lokasi yakni berdampingan. Jadi banyak para traveller yang berwisata religi ke Masjid Agung Demak sudah pasti mampir (berkunjung) ke makam Sultan R. Fatah untuk berziarah (Ngalap Berkah) kepada beliau.

Makam Sunan Kalijaga

Wisata religi yang ketiga adalah makam Sunan Kalijaga. Wisata religi yang satu ini yakni makam Sunan Kalijaga merupakan wisata yang paling banyak dikunjungi para traveller disetiap harinya, baik dari berbagai daerah maupun kota dan bahkan dari panca negara, apalagi pada hari kamis atau malam jum’at sudah pasti tempat yang begitu luas akan menjadi sempit karena banyaknya para traveller yang berwisata religi.

Makam Sunan Kalijaga
Makam Sunan Kalijaga

Kenapa makam Sunan Kalijaga menjadi wisata religi yang begitu banyak di datangi para traveller?

Sudah pasti karena sunan kalijaga merupakan salah satu dari tokoh walisongo yang asli keturunan jawa. Beliau nama aslinya adalah Raden Syahid. Beliau lahir pada tahun 1450 M. Dia adalah putra adipati Tuban yang bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur.

Sunan Kalijaga
Sunan Kalijaga

Sunan kalijaga dimakamkan di daerah Kadilangu yang berjarak 1,5 KM dari masjid Agung Demak ke arah tenggara. Sunan kalijaga merupakan satu-satunya wali di antara walisongo yang dapat memasukkan ajaran agama Islam pada tradisi dan budaya jawa. Karenanya beliau menjadi seorang wali yang sangat dikagumi oleh masyarakat jawa bahkan sampai malasyia.

Di dalam masjid Agung Demak terdapat empat tiyang penyonggo Masjid yang dibuat oleh empat wali, yaitu sunan Bonag, sunan Ampiel, sunan Gunung Jati, dan sunan Kalijaga. Beliau Sunan Kalijaga juga merupakan salah satu wali yang membuat tiyang peyonggo masjid Agung Demak, yang mana beliau dalam membuat tiyang peyonggo itu dengan patahan-patahan kayu kecil yang dijadikan satu dan akhirnya menjadi tiyang peyonggo masjid dan kemudian dinamai soko tatal. Sedangkan tiyang yang lain dinamai dengan soko guru.

Makam Syaikh KH Abdullah Mudzakir

Wisata religi yang keempat adalah makam Syaikh KH. Abdullah Mudzakir. Syaikh KH. Abdullah Mudzakir biasa disebut syaikh Mudzakir atau mbah Mudzakir. Wisata yang satu ini mempunyai keistimewaan keunikan dan keindahan tersendiri, karena tempat makam beliau berada di suatu pulau kecil yang dikelilingi oleh lautan. Pulau kecil tersebut masih mengikuti Dusun Tambaksari Desa Bendono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak.

Makam Syaikh KH Abdullah Mudzakir
Makam Syaikh KH Abdullah Mudzakir

Di wisata ini banyak sekali para traveller atau peziarah yang berwisata religi ke sini, karena memang selain sebagai wisata religi tempat ini sangat indah pemandangannya. Para traveller wisata religi dalam menuju ke makam dapat menggunakan kapal kecil/perahu dan jalan kaki kurang lebih 700 meter yang di samping kanannya dikelilingi lautan luas dan yang pasti pemandangannya sangat indah. Dan makam beliau Syakih Mudzakir banyak dikenal dengan makam terapung, karena makam beliau yang berada di tengah laut tidak dapat tenggelam seakan makam beliau terapung mengikuti air pasang.

Perlu diketahui bahwa mbah mudzakir merupakan sosok ulama besar dan juga pejuang dari Wringin Jajar yang berperang melawan penjajah untuk melindungi kota Demak. Beliau menetap dan berperang melawan belanda di daerah perbatasan Demak-Semarang dan lebih tepatnya di daerah Sayung.

Itulah 4 tempat wisata religi yang ada di Demak yang selalu ramai dikunjungi para traveller dan sebenarnya masih banyak tempat-tempat wisata religi yang ada di kota Demak, karena kami untuk kali ini hanya memberikan infromasi terkait tempat wisata religi di Demak yang banyak dikunjungi para traveller.

Oke Mungkin hanya itu yang dapat kami informasikan tentang tempat wisata religi yang ada di Kota Demak (Demak Kota Wali) semoga bermanfaat. J

 

Loading...